Review of The Life Before Her Eyes (2007) by Teryn S — 05 Nov 2010
Mengisahkan penembakan di sekolah yang biasa terjadi di Amerika. Film ini merupakan drama murni yang akan mengangkat sudut pandang korbannya sebagai sentra utama cerita. Itupun akan lebih banyak mengangkat kehidupan sebelum dan setelah penembakan itu terjadi.
Jadi jangan harapkan sebuah kisah penembakan yang dramatis yang bisa memancing emosi penonton. Film ini menyoroti 2 kehidupan, Diana muda (Rachel Wood) dan traumatize Diana dewasa (Uma Thurman). Dua kehidupan ini digambarkan dengan gaya yang paralel, saling bergantian dan tidak beraturan (timelinenya kadang maju, kadang mundur).
Film ini justru menjadi sebuah film yang lebih menggambarkan kehidupan remaja biasa dan bagaimana ketika dewasa menjalani mimpinya dan harus hidup dengan trauma masa lalunya. Penggarapannya bersahabat, mudah untuk langsung menikmatinya saat menit pertama kali, tapi intensitas emosinya sangat minim.
Film berjalan dengan emosi yang biasa saja tetapi konstan yang bisa menimbulkan kebosanan di tengah-tengah cerita. Endingnya agak misterius tapi tidak menimbulkan efek surprise, gara-gara gaya bertuturnya yang sangat khas film drama dan tidak meminta penonton untuk turut memecahkan teka-tekinya.
This review of The Life Before Her Eyes (2007) was written by Teryn S on 05 Nov 2010.
The Life Before Her Eyes has generally received mixed reviews.
Was this review helpful?
