Review of The Color of Paradise (1999) by Manoj N — 02 Jun 2009
Ouuuuuugh...
Ini film yang bisa membuat mata lembab dan berair sampai pagi. hingga beberapa hari kemudian, kita masih mengingat Mohammad yang buta menyentuhkan tangan kecilnya ke ujung bunga oleander, semak dan prum yang sedang mekar berwarna hijau, merah, ungu, kuning....melihat mohamad yang mendengar suara anak burung yang jatuh dari pohon di asrama diimana dia dititipkan ayahnya.
Ini adalah sebuah film yang brilian, dan tak terlupakan. tetapi sangat menakutkan untuk menontonnya dua kali. jika seluruh nestapa dalam hidupmu dikumpulkan, kau akan menumpahkannya untuk film ini.
Film ini adalah campuran ironi seorang duda dari keluarga miskin yang menolak kehadiran anaknya yang buta karena hanya akan menyusahkannya. sementara anaknya, selalu ingin pulang melihat surganya ada dalam keluarganya (terutama neneknya). dan sutradara berada ditengah-tengahnya untuk menampilkan gambar 'surgawi', kelokan sungai, jalan menelikung di punggungan bukit, dataran rendah berisi ladang bunga2 berwarna-warni, kumbang, kerikil, telur ayam, suara angin.....
Jujur saja, sulit memberi komentar atas film ini , karena kata2 terlalu dangkal untuk melihat seberapa jauh dan dalam kita merasa sedih dan sesak...
This review of The Color of Paradise (1999) was written by Manoj N on 02 Jun 2009.
The Color of Paradise has generally received very positive reviews.
Was this review helpful?
