Review of Munich (2005) by Adinda A — 06 May 2011
Sangat serius. Kesan itu yang saya dapat sepanjang film. Dimulai dari awal hingga akhir tonenya sangat serius dan intens, bukan tipe serius yang membuat anda harus berpikir terlalu keras dengan jalan ceritanya tetapi atmosfernya yang bernuansa politis, gelap dan mendepresikan.
Atmosfer yang 'kurang bersahabat' ini bisa jadi pula membuat anda kurang semangat untuk mengikuti jalan ceritanya. Sebetulnya film ini film yang 'tidak perlu' ditengah meruncingnya hubungan antara Israel dan Bangsa Arab khususnya Palestina, akan terasa mengganggu bagi anda yang pro Arab atau pro Israel (?!), tapi anda harus menyaksikannya hingga akhir untuk menyimpulkan apa yang hendak disampaikan Spielberg lewat film ini.
Tidak perlu mengetahui sejarahnya untuk mengikuti film ini. Hanya saja memang film ini tidak memberikan 'sesuatu' (baca: value atau informasi) mengenai sejarahnya sendiri, karena pada akhirnya semua permasalahan malah menjadi fokus ke dalam diri tokoh yang diperankan Eric Bana.
Menurut saya film ini tidak masuk kategori must see karena substansi cerita yang ingin disampaikan seperti misalnya film Schindler's List, melainkan lebih kepada kualitas dan nama besar Spielberg di belakangnya.
This review of Munich (2005) was written by Adinda A on 06 May 2011.
Munich has generally received very positive reviews.
Was this review helpful?
