Cinafilm has over 5 million movie reviews and counting …
Sitemap
Search

Last updated: 12 Jun 2026 at 21:27 UTC

Back to movie details

Review of by Hasan U — 26 Dec 2009

Share
Tweet

Sebenarnya gue nonton film ini lebih dahulu ketimbang nonton Merah Putih, tapi semangat mencela film ini masih rada mending jadi masih bisa gue tunda reviewnya. Film ini disutradarai oleh Gareth Evans, tapi jangan berharap film ini bisa sekelas film-film holywood. Film ini lebih kacangan ketimbang film-film karya anak bangsa. Adegannya agak-agak over, terutama adegan yang berlinangan darah. Warna darah kadang-kadang pink, kadang merah kadang ungu. Baik aktris dan aktor ga terlalu jauh dari make up lebam-lebam dengan nuansa pink dan ungu.

Dimeriahkan oleh aktris kawakan Christine Hakim dan aktor favorit gua, Dony Alamsyah. Bintang utama film ini adalah pendatang baru, yaitu Iko Uwais yang berperan sebagai Yuda. Konon dia dipilih karena memang pesilat kawakan. Dari segi tampang lumayanlah dengan gigi gingsulnya. Tapi lafal dialog kurang jelas, entah memang disengaja untuk menggambarkan bahwa dia putera daerah atau memang aslinya begitu. Dari segi cerita, sedikit ada kematangan, setidaknya sutradara tidak terlalu bingung mengarahkan alur cerita. Tentang seorang anak laki-laki yang secara adat Minangkabau harus merantau sebagai salah satu tradisi. Di perjalanan dia bertemu dengan seorang pesilat juga yang nantinya akan beberapa kali bertemu sampai akhirnya harus bertarung. Agak OOT pesilat lain yang bernama Eric ini diperankan oleh Yayan Ruhian yang muka monyongnya bikin gue dan temen gue tertawa tergelak-gelak sepanjang film. Sumpah nggak lucu, tapi karena mirip seseorang, yang seharusnya adegan menegangkan malah bikin ketawa.

Sebenarnya aktor dan aktris kita lumayan bagus aktingnya. Sedikit kekurangan justru hadir dari akting para bule yang rada kaku, dan lagi kekerasan yang terlalu over. Seperti pecahan botol yang masih nemplok di muka bule-bule. Duh kok malah marah-marah bukannya berasa sakit. Terus adegan getok botol di kepala salah satu bule oleh bule lain pas berantem, dengan efek darah kental yang mengalir.. hu hu hu terlalu over deh. Dan jargon khas film-film laga yang di Indonesiakan agak terasa aneh. Contohnya ?Merindukan saya?? waktu si Yuda berhasil ngebuka container tempat cewe-cewe yang akan dijual disekap. Duh itu terjemahan bebas banget deh dari film laga luar. Kalau dinilai pake kancut? hmm film ini dapat tiga kancut aja deh? soalnya dari kematangan cerita rada lumayan, konfliknya ada dan karakternya lumayan terbentuk. Tapi ya itu tadi, adegan laga dan efek darah-darahnya terlalu berlebihan.

This review of Merantau (2009) was written by on 26 Dec 2009.

Merantau has generally received positive reviews.

Was this review helpful?

Yes
No

More Reviews of Merantau

More reviews of this movie

Reviews of Similar Movies

More Reviews

Share This Page

Share
Tweet

Popular Movies Right Now

Movies You Viewed Recently

Get social with CinafilmFollow us for reviews of the latest moviesCinafilm - TwitterCinafilm - PinterestCinafilm - RSS