Review of Doomsday (2008) by Brendan M — 14 Aug 2010
Apa yang ada dalam bayangan anda jika settingnya adalah masa depan? Dua kemungkinannya, modern dan futuristis atau era yang chaotic. Film ini memilih yang kedua. Tidak soal memang, tapi kalau lantas di saat yang sama ada yang setting abad pertengahan (Inggris) dan era gothic, bondage and leather di satu timeline-kan menjadi sangat mengganggu.
Sama seperti film Time Machine yang â??lompatanâ?? masa depannya sangat tidak umum. Selain itu film ini berada di luar harapan, tadinya saya mengira film ini akan seperti 28 Days Later ternyata lebih seperti film The Underworld yang full-throttle.
Konflik yang ada menjadi perseteruan 2 kubu, bukan survival di antara zombie. Karakter yang ada tidak berkembang, apalagi pemeran antagonisnya yang tampak dipaksakan terlihat sinting. Actionnya juga kelas medioker.
Semua elemen yang ada di film ini seperti kolase yang dipaksakan untuk menyatu. Sayang sekali kalau Neil Marshall (The Descent) harus tersandung dengan film macam ini.
This review of Doomsday (2008) was written by Brendan M on 14 Aug 2010.
Doomsday has generally received mixed reviews.
Was this review helpful?
