Review of The House of Sand (2005) by Ferry Andoni A — 14 Mar 2011
Sebuah keindahan secara cinematografi dijual dengan pencapaian teknis kamera dari sebuah karya film terbaik yang pernah dibuat, dengan memanfaatkan landscape padang pasir taman nasional Lençóis Maranhenses di utara Brasil, gambar-gambar yang dihasilkan oleh film ini ditransferkan dengan sempurna membentuk lukisan-lukisan alam sesungguhnya yang membuat penonton akan berdecak kagum menikmati jalan cerita film ini dengan sekaligus mengagumi gambar-gambar indah yang dihasilkan film produksi Brasil tahun 2005.
Andrucha Waddington mendapatkan ide untuk membuat film ini diawali dengan kunjungannya ke taman nasional tersebut, terkagum-kagum dengan keindahan tempatnya dia kemudian membangun sebuah cerita berlatar belakang tempat tersebut mengambil waktu cerita awal tahun 1900-an. Sutradara yang mengawali kariernya dengan film drama Gemas dan Me You Them tahun 200, menulis naskah film ini dengan mempercayakan sang istri, Fernanda Torres dan ibunya aktris senior Brasil Fernanda Montenegro yang juga menjadi pasangan ibu anak sebagai karakter utama film ini.
Donna Maria (Torres) yang sedang hamil bersama dengan ibunya (Montenegro) mengikuti suaminya untuk mencari tempat hidup baru yang lebih baik di utara Brasil, sampai mereka terjebak pada sebuah padang pasir yang seperti tidak berujung, dengan keegoisannya sang suami memaksa mereka semua untuk hidup disana. Sebuah kecelakaan membunuh sang suami, tinggallah Donna Maria dan ibunya untuk bertahan hidup pada tempat yang begitu sulit untuk menemukan apapun dan sampai pada kondisi dimana dia harus menerima kenyataan terjebak hidup selama hampir 59 tahun di tempat tersebut.
Bertahan hidup hari demi hari membuat Donna terbiasa dengan kondisi lingkungan yang sangat keras dengan masih berusaha untuk bisa pergi dari tempat tersebut. Sebuah tim ekpedisi yang terdiri dari beberapa peneliti dan tentara memberinya kesempatan untuk bisa pergi dari tempat tersebut, tetapi Donna memang telah ditakdirkan untuk menghabiskan sisa hidupnya disana dan segala usahanya selalu berakhir kegagalan.
Selain cinematografi yang merupakan komoditi terbaik utama film ini, akting menawan dari Torres dan Montenegro menjadi porsi terbaik sepanjang film yang membaur dengan gambar-gambar yang dihasilkan oleh Ricardo De La Rossa, sang cinematografer dengan begitu indah. Kedua aktris yang 'bolak-balik' bermain sebagai ibu anak ini memperlihatkan bahwa mereka memang adalah aktris-aktris watak terbaik Brasil.
Keunikan film adalah Torres dan Montenegro bolak balik bermain sebagai ibu dan anak selama 3 generasi, 59 tahun hidup mereka di gurun tersebut, sebuah treatmen yang unik, 'hemat', dan memberikan twist yang membuat film ini jadi memiliki nilai lebih.
Sebuah film sebagai salah satu karya terbaik yang dengan sederhana yang bercerita tentang hubungan unik ibu dan anak perempuannya dalam 3 generasi yang berbanding lurus dengan detail kamera dan art film yang sempurna, menjadi catatan sejarah perkembangan dunia cinema Brasil yang selalu menjadi salah negara penghasil film-film berkualitas seni yang baik.
Untuk film ini Andrucha Waddington berhasil meraih penghargaan sutradara terbaik dari Sundance Film Festival 2006 untuk kategori World Cinema Dramatic, nominasi cinematografi dan naskah asli terbaik dari Satellite Awards 2006, aktris terbaik untuk Torres dan Montenegro dari Guadalajara International Film Awards 2006 dan belasan penghargaan film dari banyak festival di Brasil.
This review of The House of Sand (2005) was written by Ferry Andoni A on 14 Mar 2011.
The House of Sand has generally received positive reviews.
Was this review helpful?
