Review of The Harder They Come (1972) by Graham J — 05 Nov 2011
Seorang teman yang telah belajar disekolah film mengatakan bahwa ia tidak suka film ini, karena film ini kurang memiliki teknik yang biasanya ditemukan dalam film yang ditulis dan dibuat dengan baik. Meskipun saya memahami sudut pandangnya, saya pikir penilaiannya terlalu banyak dipengaruhi oleh hal-hal yang bersifat teknis. Padahal sebuah film dapat memiliki aura dan atmosfer yang dapat mengatasi sejumlah kesalahan teknis. Saya percaya film ini adalah salah satunya.
Meskipun dibuat dengan anggaran yang rendah dengan pemeran yang tidak terkenal dan difilmkan di luar ruangan dengan cahaya alami. Buat saya, film ini cukup berhasil baik dari segi artistik maupun ideologis. Jika konteks film ini dicermati dengan seksama, sebetulnya film ini dilihat bukan untuk mewakili kehampaan dari filosofi "make it on your own, get your share, and never mind the others". Mimpi Ivan (tokoh utama dalam film) untuk keluar dari kemiskinan menuju ilusi kehidupan kota yang serba gemerlap di tunjukkan pada akhir film menjadi rusak, berantakan, serta penuh tipuan. Gambaran mental seperti ini yang akan membawa penonton keluar dari gubuk-gubuk kumuh, keluar dari Kingston, keluar dari Jamaika, menuju kepada dunia yang lebih besar lagi, dunia yang penuh kekuasaan yang menjadikan film ini hanya sebuah mikrokosmos dari eksploitasi neokolonialisme.
This review of The Harder They Come (1972) was written by Graham J on 05 Nov 2011.
The Harder They Come has generally received positive reviews.
Was this review helpful?
