Cinafilm has over 5 million movie reviews and counting …
Sitemap
Search

Last updated: 28 Jun 2026 at 00:41 UTC

Back to movie details

Review of by Hyperion_Lynx — 18 Aug 2010

Share
Tweet

Adaptasi film dari novel kedua dalam trilogi Millenium karya penulis asal Swedia, Stieg Larsson, The Girl who Played with Fire, menemui sebuah perubahan besar-besaran ketika sutradara Niels Arden Oplev, yang sukses mengarahkan The Girl with the Dragon Tattoo, digantikan posisinya oleh Daniel Alfredson. Tidak hanya dari sisi pengarahan, naskah cerita yang awalnya ditangani oleh duet Nikolaj Arcel dan Rasmus Heisterberg kini ditangani oleh seorang penulis naskah baru, Jonas Frykberg. Apakah hal ini memiliki pengaruh terhadap kualitas The Girl who Played with Fire jika dibandingkan dengan The Girl with the Dragon Tattoo? Sangat!

Perubahan yang paling dapat dirasakan adalah The Girl who Played with Fire memiliki intensitas cerita yang berjalan lebih dramatis. Kurangnya interaksi antara dua karakter utama juga menyebabkan film ini memiliki daya tarik yang kurang kuat jika dibandingkan dengan film pendahulunya. Kualitas The Girl who Played with Fire cenderung menurun? Mungkin saja. Namun tidak ada yang akan menyangkal bahwa film sekuel ini masih sama menegangkannya dengan penambahan banyak adegan action di dalam jalan ceritanya.

Jika The Girl with the Dragon Tattoo mengenalkan penontonnya pada salah satu karakter heroine paling menarik di sepanjang sejarah perfilman, Lisbeth Salander (Noomi Rapace), dan petualangannya yang menyinggung masa lalu jurnalis Mikael Blomkvist (Michael Nyqvist), kini The Girl who Played with Fire seperti memutar roda tersebut dan menempatkan Mikael untuk menyelesaikan misteri pembunuhan yang melibatkan masa lalu Lisbeth ketika sedang berada dalam masa terapi jiwanya.

Permasalahan dimulai ketika salah satu jurnalis majalah Millenium dan kekasihnya menjadi korban sebuah pembunuhan. Ini menarik perhatian Mikael karena jurnalis tersebut bersama kekasihnya sedang berusaha menyelesaikan sebuah tulisan yang akan menyingkap mengenai skandal seks beberapa petinggi polisi dengan para gadis di bawah umur. Nama Lisbeth Salander, yang baru saja kembali ke Stockholm setelah setahun berada di luar negeri, mulai disebut-sebut terlibat setelah sebuah senjata api ditemukan di apartemen sang jurnalis dengan sidik jarinya berada di senjata api tersebut.

Tuduhan kepada Lisbeth semakin menajam setelah pengawasnya, Nils Erik Bjurman (Peter Andersson), juga ditemukan tewas beberapa hari setelahnya. Semua orang, termasuk Mikael, kini berusaha menemukan tempat keberadaan Lisbeth. Lisbeth sendiri setelah mengetahui bahwa dirinya sedang berada dalam sebuah kasus yang sama sekali tidak ia lakukan, perlahan-lahan mulai mengumpulkan bukti untuk mengetahui siapa yang melakukan hal tersebut pada dirinya. Sebuah tindakan yang kemudian akan menyingkap mengenai masa lalu yang kelam dari seorang Lisbeth Salander.

Dramatisasi yang paling jelas dapat dirasakan tentu saja berasal dari sisi cerita yang lebih menggali masa lalu kelam Lisbeth Salander di sepanjang jalan cerita. Hal ini sebenarnya tidak buruk, bahkan memberikan kesempatan kepada para penonton untuk mengenal heroine ini dengan lebih baik. Hanya saja, jika mereka telah mengikuti The Girl with the Dragon Tattoo dan mengharapkan lebih banyak aksi dari duet Lisbeth dan Mikael tentu akan merasa sedikit kecewa. Apalagi di sepanjang jalan cerita, Lisbeth dan Mikael sama sekali tidak berinteraksi, kecuali satu kali lewat sebuah pesan yang dituliskan oleh Lisbeth di laptop Mikael. Hal ini seperti mengurangi kepadatan jalan cerita yang telah tercipta pada film pertama seri Millenium ini.

Sutradara Daniel Afredson juga sepertinya terjebak dengan jalur drama yang dituliskan oleh Jonas Frykberg ini dengan memberikan tone cerita yang lebih lamban. Menampilkan lebih banyak karakter yang telibat di dalam jalan cerita dengan menghadirkan jumlah adegan action yang lebih sedikit daripada sebelumnya, membuat The Girl who Played with Fire terkesan tanggung dalam tampilannya sebagai sebuah drama action yang jelas akan membuat film ini cenderung terkesan sedikit membosankan bagi beberapa orang. Walau begitu, bukan berarti kualitas film ini menurun drastis, apalagi dengan penampilan Noomi Rapace yang semakin terikat dengan karakternya, Lisbeth Salander.

Setelah memperkenalkan sisi yang misterius yang tangguh di film pertamanya, Rapace terlihat mampu untuk memperlihatkan sisi sensitivitas dirinya ketika karakter yang ia perankan harus berurusan dengan masa lalunya yang kelam dan sepertinya bukan sesuatu yang sangat diinginkan. Walau secara keseluruhan The Girl who Played with Fire menyajikan adegan action yang lebih minim, namun Rapace beberapa kali sempat terlibat dalam adegan yang mengharuskannya menggunakan kemampuan fisiknya. Dan ini ia lakukan dengan sangat baik dan semakin memperkokoh imej heroine Lisbeth Salander yang ia bawakan.

This review of The Girl Who Played with Fire (2009) was written by on 18 Aug 2010.

The Girl Who Played with Fire has generally received positive reviews.

Was this review helpful?

Yes
No

More Reviews of The Girl Who Played with Fire

More reviews of this movie

Reviews of Similar Movies

More Reviews

Share This Page

Share
Tweet

Popular Movies Right Now

Movies You Viewed Recently

Get social with CinafilmFollow us for reviews of the latest moviesCinafilm - TwitterCinafilm - PinterestCinafilm - RSS