Cinafilm has over 5 million movie reviews and counting …
Sitemap
Search

Last updated: 07 Jun 2026 at 16:56 UTC

Back to movie details

Review of by Ferry Andoni A — 27 Mar 2011

Share
Tweet

Dir : Lee Chang Dong.

Cast : Yoon Jeong Hee, Kim Hee Ra, Ahn Nae Sang, Lee David, Kim Yong Taek.

Bagaimana seorang Lee Chang Dong, salah satu sutradara kenamaan Korea, memberikan gambaran tentang seorang wanita tua yang kesepian berusaha mengisi hidup demi menghabiskan sisa hidupnya?. Mengambil kelas untuk belajar menulis puisi, sungguh unik memang. Atau apakah memang begitu kehidupan para lansia di Korea?. Terlepas dari itu, seorang lansia belajar menulis puisi adalah sebuah ide cerita yang sangat menarik, bahkan justru berbeda dan belum pernah ada. Lee Chang Dong berhasil membawa premis menarik ini menjadi salah satu film terbaik sepanjang 2010.

Bagaimana pribadi seorang manusia menghadapi beratnya hidup seorang diri dalam kesendirian dan kesepian selalu menarik bagi Dong untuk dieksplorasi. Jika dalam Secret Sunshine, kesepian dibalut dengan pertentangan mempertanyakan keberadaan Tuhan dan kebaikannya, dalam film terbarunya ini, Dong mencoba membawa kita pada kisah kesendirian yang lebih dalam lagi, mencoba melihat para lansia memberi arti pada hidupnya. Selain tema yang hampir mirip, Secret Sunshie dan Poetry juga memiliki kemiripan pada beberapa detail film, seperti karakter utama perempuan, latar belakang kejadian pada sebuah kota kecil, dan nyaris tidak ada musik yang mengisi film ini, memperlihatkan Dong adalah sutradara cukup berhasil membentuk identitas pada film-filmnya.

Yang (Yoon Jeong Hee) seorang perempuan berusia lanjut hidup berdua dengan cucunya (Lee David), berbekal kenangan masa lalu, Yang menghabiskan masa tuanya dengan belajar menulis puisi pada sebuah pusat kebudayaan, selain itu Yang juga melakukan pekerjaan mengurus keseharian seorang laki-laki tua (Kim Hee Ra) yang sakit-sakit.

Saat baru saja selesai memeriksa kesehatannya di sebuah rumah sakit, Yang dikagetkan dengan berita tragis seorang perempuan muda yang membunuh dirinya. Kisah tragis ini kemudian mempengaruhi jalan hidup Yang dan cucunya, karena tidak berselang lama dari kejadian tersebut, Yang harus menerima kenyataan bahwa cucunya memiliki hubungan dengan kisah tragis gadis muda tersebut. Berawal dari pertemuannya dengan salah satu orang tua teman cucunya, jalan hidup Yang tidak lagi sama, karena tahap berikutnya Yang harus berpikir dan berusaha untuk menyelamatkan masa depan cucunya. Dilema berat bagi Yang, karena hubungan dengan sang cucu juga tidaklah dekat, sementara itu menghasilkan tulisan puisi adalah target utama lain dalam hidupnya. Kedua plot ini menjadi jalinan kisah hidup Yang selanjutnya.

Film ini membawa kita masuk ke dalam dunia pikiran-pikiran Yang yang kesepian, sendiri dan nelangsa. Yang mencoba untuk membangun hubungan lebih baik dengan cucunya yang pada beberapa adegan terlihat bersikap kurang berterima kasih pada neneknya. Yang mengunjungi berbagai kegiatan yang berhubungan dengan puisi, namun sayangnya kegiatan ini ditampilkan agak berlebihan oleh Dong, sehingga bagian cerita lain yang sebenarnya cukup menarik untuk dikembangkan jadi terasa datar. Misalnya adegan Yang berkumpul dengan para orang tua teman dari cucunya untuk bersama memecahkan masalah bagaimana menutupi keterlibatan anak-anak mereka dari kematian gadis yang menjadi opening film ini. Tentu isu kriminal berat ini bisa menjadi sub-plot kuat yang menopang keseluruhan jalan cerita film ini.

Tetapi Dong seperti memang hanya ingin menyoroti kehidupan Yang secara keseluruhan, membantunya untuk bisa menemukan inspirasi besarnya untuk menulis sebuah puisi. Dan Yang memang berhasil didorong menemukan ide itu dari tragedi yang melibatkan cucunya tersebut. Sebuah puisi menyentuh bermakna indah tentang kesendirian, kesepian mendalam dan tragedi yang memilukan karya Yang menjadi ending film ini.

Film ini menjadi salah official selection Cannes 2010 untuk Palm Dâ(TM)Or dan berhasil membawa pulang penulisan skenario terbaik. Kesuksesan dalam Cannes diikuti dengan menjadi film terbaik dalam Blue Dragon Film Awards dan Korean Film Awards 2010.

This review of Poetry (2010) was written by on 27 Mar 2011.

Poetry has generally received very positive reviews.

Was this review helpful?

Yes
No

More Reviews of Poetry

More reviews of this movie

Reviews of Similar Movies

More Reviews

Share This Page

Share
Tweet

Popular Movies Right Now

Movies You Viewed Recently

Get social with CinafilmFollow us for reviews of the latest moviesCinafilm - TwitterCinafilm - PinterestCinafilm - RSS