Review of Furry Vengeance (2010) by Hyperion_Lynx — 18 Aug 2010
Nama Brendan Fraser sepertinya akan terus diingat sebagai nama seorang aktor yang terjebak untuk selalu membintangi film-film yang ditujukan untuk pangsa pasar keluarga. Bukan sebuah masalah besar jika film-film yang ia bintangi merupakan film-film keluarga dengan kualitas yang memorable dan dapat dibanggakan. Namun dengan judul-judul seperti Looney Tunes: Back In Actions, Inkheart dan Extraordinary Measures, yang tidak hanya gagal meraih perhatian para kritikus film dunia namun juga gagal meraih simpati para penonton, Fraser sepertinya harus semakin sering mempertimbangkan film yang akan ia bintangi. Dan Furry Vengeance bukanlah sebuah film yang akan merubah kenyataan itu.
Dengan naskah yang dituliskan oleh Michael Carnes dan Josh Gilbert (Mr. Woodcock, 2007), Furry Vengeance mengisahkan mengenai Dan Sanders (Fraser), seorang pengembang perusahaan perumahan yang mendapatkan tugas dari pimpinannya, Neil Lyman (Ken Jeong), untuk membangun sebuah kompleks perumahan yang bertemakan alam dengan menggunduli sejumlah area perhutanan. Untuk melaksanakan tugasnya tersebut, Dan beserta istri, Tammy (Brooke Shields), dan anaknya, Tyler (Matt Prokop), harus mau direlokasi ke wilayah hutan selama setahun.
Pada awalnya, Dan mendukung usaha perusahaannya untuk membangun perumahan yang ramah terhadap lingkungan.
This review of Furry Vengeance (2010) was written by Hyperion_Lynx on 18 Aug 2010.
Furry Vengeance has generally received negative reviews.
Was this review helpful?
