Review of Three Days to Forever (2007) by Endah T — 26 Jun 2009
"3 Hari Untuk Selamanya" punya potensi menjadi film ok. Berkisah tentang perjalanan 2 orang sepupu bernama Yusuf dan Ambar (Nicholas dan Ambar) dari Jakarta ke Jogjakarta untuk membawa seperangkat piring dan gelas antik sebagai bagian dari tradisi keluarga setiap kali terjadi pernikahan, film ini berkisah tentang kehidupan 2 remaja Indonesia yang hidup di dunia yang berbeda di tengah komunitas tradisional sekitar mereka. Dialog antara Yusuf dan Ambar plus kontras kehidupan antara komunitas urban dan rural menjadi daya kuat film ini.
Tapi, jujur saja, saya merasa seperti ada sesuatu yang hilang di film ini. Sepanjang film, sangat jelas terkesan bahwa Yusuf tertarik pada Ambar. Namun, di akhir film, ketika Yusuf dan Ambar bertemu kembali di pesta keluarga dengan suasana yang canggung, jujur saja, saya tidak mengerti. Apakah ini semata-mata karena Yusuf membawa pacar? Atau karena terjadi hubungan antara Yusuf dan Ambar yang "sayangnya" tidak bisa ditampilkan karena tergunting sensor?
This review of Three Days to Forever (2007) was written by Endah T on 26 Jun 2009.
Three Days to Forever has generally received positive reviews.
Was this review helpful?
